Gaya Design - Presentation Cycle
slide1
slide2
slide3
slide4
..:: ditbekangad ::..
MANTAN DIRKUAD

  • DIRKUAD - I

    Mayjen TNI Prof. Dr. Arifin Abdurachman

  • DIRKUAD - II

    Letkol R. Padmosuwarno

  • DIRKUAD - III

    Letkol RM Haryono

  • DIRKUAD - IV

    Letjen TNI H. KRMH Soeryo Wiryohadiputro

  • DIRKUAD - V

    Mayjen TNI Buang Siswo Darsono

  • DIRKUAD - VI

    Brigjen TNI Badarusamsi

  • DIRKUAD - VII

    Mayjen TNI R. Sumarto Haryono

  • DIRKUAD - VIII

    Brigjen TNI Slamet Haryono

  • DIRKUAD - IX

    Mayjen TNI Soehanto

  • DIRKUAD - X

    Brigjen TNI Maskanan

  • DIRKUAD - XI

    Brigjen TNI Burhanuin Siregar

  • DIRKUAD - XII

    Brigjen TNI H.R. Soemarno

  • DIRKUAD - XIII

    Brigjen TNI Hari Kiswanto

  • DIRKUAD - XIV

    Brigjen TNI HS. Momon H. Adiputra

  • DIRKUAD - XV

    Brigjen TNI Soetarto

  • DIRKUAD - XVI

    Brigjen TNI I Made Kerana

  • DIRKUAD - XVII

    Brigjen TNI H. Suhendri. M, SE, MBA

  • DIRKUAD - XVIII

    Brigjen TNI H. Santoso Yuwono, SE

  • DIRKUAD - XIX

    Brigjen TNI Ir. H. Yayat Rochadiat MM, MBA

  • DIRKUAD - XX

    Brigjen TNI Minwar Hidayat SH

  • DIRKUAD - XXI

    Brigjen TNI Sumarwoto

  • DIRKUAD - XXII

    Brigjen TNI Hadi Rudito, SE

  • DIRKUAD - XXIII

    Brigjen TNI Bambang Ratmanto, ST, MM

  • DIRKUAD - XXIV

    Brigjen TNI Yus Adi Kamrullah

  • DIRKUAD - XXV

    Brigjen TNI Teddy Hernayadi


Clean Elegant Login Form with Avatar

LOGIN PERATURAN


PERATURAN
2012
2013
2014
2015



KONTAK KAMI
Animated Background Image | jquerydemo.com

artikel
ARTIKEL

Rabu, 11 Nopember 2015, 04:08:58
Karakter-Karakter Perwira Pemimpin Bukan Sekedar Atasan
Penulis : Kapten Cku M. Alwan Wijaya, S.E., M.Si.
 

  Memang nyawa tidak dapat dinilai dan diganti dengan uang seberapapun besarnya. Namun dengan adanya peningkatan penerimaan santunan kematian dari yang sudah ada selama ini, diharapkan setiap personel TNI AD akan tenang jiwanya karena mengetahui sekiranya terjadi resiko kematian dalam melaksanakan tugas negara, keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki secercah harapan untuk melanjutkan hidup dan meneruskan cita-citanya dengan penerimaan santunan kematian yang layak. Dan tentunya akan bermuara pada tumbuh kembangnya semangat juang dan jiwa berani mati demi membela bangsa dan negara.

1.  Perwira Pemimpin Senantiasa Memberikan Kesempatan Anggotanya Untuk Mengembangkan Karir.

  Pemimpin yang baik tak akan sibuk “eksis” sambil menonjolkan dirinya sendiri. Ia akan memberikan kesempatan kepada anggota dan orang lain agar dapat sukses dan mengembangkan karirnya. Ia memahami jika kesuksesan orang lain tak akan mengurangi apa yang sudah ia miliki. Biasanya, seorang pemimpin yang baik juga murah hati dan tidak pelit pujian (reward), tapi tidak sungkan pula melakukan tindakan atas suatu pelanggaran (punishment). Selain menghormati pendapat anggotanya, Ia bakal siap mendengarkan apapun itu yang tujuannya untuk kemajuan satuan atau organisasi yang dipimpinnya. Bukannya asal “nyuruh-nyuruh’, tapi Ia justru berkolaborasi dengan anggotanya untuk menyelesaikan masalah bersama-sama.

2.  Perwira Pemimpin Berdiri di Garis Depan Bertanggung Jawab atas Masalah yang Harus Dituntaskan.

  Jika ia pemimpin yang baik, ia adalah yang pertama kali tampil ketika ada masalah. Sebaliknya, atasan yang belum berpengalaman justru menyalahkan orang lain dan sibuk tampil ketika satuan atau organisasi punya prestasi bagus. Bertanggung jawab dalam suatu masalah itu bukan hanya mengaku salah, tapi juga terlibat untuk menanggung konsekuensi dan melakukan yang terbaik untuk memperbaiki masalah itu. Pemimpin yang baik juga memahami jika kata ‘maaf’ kadang tak cukup, tapi peka untuk benar- benar menyesal, dan mau memperbaiki kesalahan di kemudian hari.

3.  Perwira Pemimpin Senantiasa Bersikap Rendah Hati dan Hidup Sederhana.

  Pemimpin yang baik tak akan besar mulut, tapi Ia pasti bersungguh-sungguh dalam tindakannya. Bukannya sibuk memperlihatkan apa yang Ia punya, tapi sikap rendah hati membuat Ia lebih peka dengan sekitarnya. Tanpa perlu “jaim” atau merasa gengsi untuk berbaur dengan anggotanya menjadikan mereka justru lebih dihormati. Sikap Perwira Pemimpin yang rendah hati dan sederhana adalah contoh teladan yang nyata bagi anggota dan keluarganya dalam kehidupan sehari-hari. Berapapun penghasilan, gaji dan tunjangan kinerja yang diperolehnya, tidak ada alasan bagi seluruh Prajurit dan PNS untuk tidak hidup sederhana. Apapun prestasi pribadi, pangkat dan jabatan, tidak ada alasan pula untuk tetap rendah hati karena kesuksesan itu juga didapat dari bantuan keluarga, anggota, pimpinan, dan satuan yang merupakan setitik nikmat kepunyaan Allah Yang Maha Kuasa.

4.  Perwira Pemimpin Berusaha Memaksimalkan Kemampuan Diri dan Satuannya, Bekerja Keras Demi Hasil yang Lebih Baik.

  Walaupun rendah hati dan sederhana, namun dalam hal mencapai target Ia tak akan pernah lelah. Ia tak akan enggan menetapkan target yang tinggi pada satuannya. Tapi bukan berarti ingin bersikap semena-mena, hal itu dilakukan justru karena tahu bahwa anggotanya punya potensi dan bisa memaksimalkan kemampuan diri. Yang pasti, Ia tak akan menentukan target tinggi tanpa melakukan analisa terlebih dahulu. Ia pun tak akan asal memerintah, tapi terjun dan terlibat langsung bersama anggota satuannya untuk menembus target itu. Seorang pemimpin juga tak akan asal mencapai target, tapi Ia bekerja dengan metode dan sistem yang jelas.

5.  Perwira Pemimpin Tetap Bisa Terlihat Santai dan Bersikap Bijaksana. 

  Di mana kaki dipijak, disitu langit dijunjung. Pemimpin yang baik bisa menempatkan diri dan memahami sekitarnya. Sebelum bersikap, Ia akan terlebih dahulu memahami karakter anggota yang dipimpinnya. Apakah anak-anak buahnya memang lebih suka ditekan, atau justru dibiarkan berkembang tanpa tekanan? Bagi seorang perwira yang baik, tak ada gunanya berkoar-koar soal ambisi. Justru lebih baik menyampaikan hal-hal yang sederhana tapi bisa diterima oleh anggota. Dengan bersikap santai dan bijaksana, Ia malah akan lebih dihargai oleh orang-orang di sekitarnya.

6.  Atasan Akan Ringan Membuat Keputusan Sendiri, Sedangkan Perwira Pemimpin Tidak Akan Segan Mendengar Saran Stafnya.

  Dalam prosedur hubungan Komandan dan Staf, seorang perwira pemimpin justru wajib meminta saran-saran  dari staf sesuai bidangnya. Ia juga harus mampu memberikan saran staf sesuai bidangnya kepada Komando Atas atau pimpinannya. Saran-saran staf sangat diperlukan bagi Pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat suatu keputusan terbaik. Jadi, pengambilan keputusan harus melewati diskusi antara   pihak-pihak yang bersangkutan. Bahkan, kadang-kadang keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang terbaik, tapi itulah yang paling menguntungkan bagi satuan demi tercapainya tugas pokok.

 

 

 

 

 

 

 

7.  Perwira Pemimpin Tidak Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Namun Bekerja Demi Satuan Dengan Sepenuh Hati.

 

  Seorang Perwira Pemimpin pasti memiliki cita-cita pribadi. Tapi, ia tahu cara menyeimbangkannya dengan kepentingan orang-orang dalam organisasi atau satuan yang dipimpinnya. Ia akan menyadari bahwa dirinya bisa mengembangkan satuan atau organisasinya dengan cita-cita itu sehingga ia tak akan egois berusaha untuk diri sendiri saja. Ia rela memberikan seluruh waktu dan tenaganya untuk membangun organisasi atau satuan hingga benar-benar kondusif. Ia pun akan berusaha memastikan bahwa sistem yang ia buat bisa tetap berjalan sekalipun ia pindah ke satuan lain atau pensiun nantinya.

 

  Dari uraian di atas, pernahkah bertemu langsung dengan perwira yang memiliki ciri-ciri di atas, atau justru sebaliknya? Jika kita adalah perwira, di manakah posisi kita? Wallahu a’lam. Terlepas dari apapun jawabannya, ini adalah alat introspeksi kita masing-masing sejauh mana untuk menjadi seorang perwira berjiwa pemimpin yang bukan sekedar atasan. Sejatinya setiap perwira dicetak oleh negara ini untuk menjadi seorang pemimpin, dan setiap pemimpin semestinya adalah Agen Perubahan (Agent of Change) yaitu insan yang mampu merubah diri sendiri, anak buah, satuan, dan bangsanya menuju tujuan yang lebih baik. Amin.

 

 

 

 

 



..:: ditbekangad ::..
DIRKUAD





Brigjen TNI Sasongko Hardono, S.Sos





LIST ARTIKEL
Shodaqoh Membawa Berkah
Keutamaan Membangun Masjid Walau Hanya Memberi Satu Bata
Manfaat Kesehatan Juice Seledri
OPTIMALISASI PELAKSANAAN KOMUNIKASI SOSIAL TNI AD UNTUK MENGANTISIPASI GERAKAN TERORISME DALAM MENGHADAPI PROXY WAR
Peran Keuangan Pusat (KUPUS) dalam penyusunan Laporan Keuangan Wilayah (UAPPA-W)
Implementasi Teknologi Untuk Menunjang Pelaksanaan Tugas Kusatker Dalam Rangka Mendukung Tugas Satuan
Analisis Dampak Melemahnya Rupiah Terhadap Dollar AS
Ingin Kumiliki Aset Negara
Karakteristik Kehendak Manusia
Secercah Harapan


STATISTIK

120022

   Pengunjung hari ini : 13
   Total pengunjung : 37838

   Hits hari ini : 26
   Total Hits : 120022

   Pengunjung Online: 1


LINK KESATUAN
   Kemhan
   Mabes TNI
   TNI AD
   TNI AL
   TNI AU

Copyright @2015 Ditkuad, All rights reserved